Tahukah kamu bahwa tidak ada bedanya antara membicarakan orang lain, menghujat orang lain, menjelek-jelekan orang lain di media sosial (dunia maya) dengan kenyataan /dunia nyata ?
Malahan dengan media sosial makin terbuka lebar kita melakukan lebih dari itu. Bahkan peredaranya lebih canggih dari pada itu.
Sudah banyak yang sya baca dari segala tulisan yang ada di media sosial. Dan ada kesamaan dari semua status dan jawaban komentar dari teman-teman kita yang ada di media sosial.
Di media sosial makin terbuka lebar kita untuk mengata-ngatakan keburukan orang lain. Baik dari orang kecil hingga seorang presiden sekalipun.
Dan buruknya lagi media sosial menyuguhkan sebuah pengkaburan kebenaran. Orang tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti siapa yang baik dan siapa yang benar. Orang hanya membela siapa yang bikin status. Jika seorang menuliskan keburukan dari seorang temannya maka semua komentar akan berbau membela si penulis. Bukankah kita sebenarnya tidak tahu siapa yang benar ?.
Ada PRINSIP UTAMA yang perlu kita ketahui, bahwa DI DALAM MANUSIA ITU ADA BENAR DAN ADA SALAH, JIKA ADA PERTIKAIAN DARI DUA ORANG MAKA SEBENARNYA TIDAK ADA YANG KEDUANYA MEMILIKI KEBENARAN MUTLAK, TETAPI YANG BENAR KEDUA-DUANYA MEMILIKI HAL YANG BENAR DAN YANG SALAH. Hanya saja seorang tidak mau mengakui kekurangan dan kesalahan dan kemudian meminta maaf. Sementara yang benar dari dirinya ingin ia unggul-unggulkan untuk memenangkan atas pertikaian itu. Dan ia berusaha menutup-nutupi akan kekurangannya. dan menonjol-nonjolkan atas kesalahan orang lain.
Media sosial bukan tempat untuk curhat, bukan tempat untuk berdoa, bukan tempat untuk bertikai, bukan tempat untuk mengatakan keburukan orang lain. Tapi sebagai media penyambung silaturrahim, penyampai informasi, saling berbagi pengetahuan, promosi. Cari cara yang terbaik untuk gunakan media sosial. Jika engkau bisa membedakan rasa di setiap cara hidup, maka engkau akan mudah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika engkau kuat dalam pemahamanmu dan teguh dalam mengendalikan pikiran dan akhlakmu, maka kamu akan bisa menggerakkan bagian tubuhmu untuk melakukan yang baik dari pada yang buruk. Sesungguhnya baik itu bertingkat-tingkat. Buruk pun bertingkat-tingkat. Tetapi baik akan tetap baik sementara buruk akan tetap buruk. Kamu tidak bisa mengganti keburukan dengan kebaikan dengan alasan yang kamu buat-buat. Sekalipun kamu melakukan keburukan yang terendah yang mana keburukan itu dekat sekali dengan kebaikan hingga orang sulit membedakan. Tetapi keburukan akan berasa buruk, tetapi kebaikan akan terasa baik. Maka kalibrasi kembali timbangannya sehingga beratnya akan bisa terbaca, apa yang bisa menimbangnya adalah hati, pikiran yang bersih, iman dan ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar