Rabu, 13 Mei 2015

Menerima kabar / informasi dengan bijak

Sering kali kebanyakan orang menerima informasi atau berita dengan respon yang salah. Ada informasi maka ia telan mentah dengan membenarkan sang pemberi kabar dan lalu terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih besar.
Manusia itu pada dasarnya hanya membenarkan dirinya, dan menjelek-jelekan orang lain, bukan sebaliknya. Jika ia memiliki kekurangan maka ia lebih suka menyembunyikan, ia lebih suka menceritakan kebaikan nya yang sedikit dengan informasi yang membesar-besarkan, sedangkan kekurangan orang lain ia ceritakan dengan dibesar-besarkan dan ditutupi kebaikanya.
Seorang penerima kabar yang bijak sebaiknya harus lebih hati-hati dalam menangkp berita. Tidak semua berita yang lebih dulu itu berita yang baik. Bahkan banyak orang yang buruk cepat-cepat mengmbil momen untuk memmbeberkan kekurangan orang lain sebelum terbongkar keburukannya.
Seorang penerima kabar harus bijak dengan menanyakan sejelas-jelasnya berita tentang dimana, bagaimana bisa, kapan, sejarahnya, dll. hingga pemberi berita itu bisa dipastikan antara keragu-raguannya dengan berita. Paling tidak kita bisa mengorek semua berita dan alasanya sehingga kita akan mengerti kenapa bisa terjadi.
Jika sudah lengkap maka perlu kita lakukan cross cek kebenaran dengan pihak yang terkait. Lakukan cross cek dengan melihat kondisi waktu yang tepat dan keadaan yang tepat untuk mempertmukan informasi yang terkait.