Manusia oh manusia ...
Apa yang saya harapkan darimu ...
Kamu itu hebatnya di kebohongan ..
Kamu itu hebatnya di kepura-puraan.
Apa yang aku harapkan dari keadilan darimu ?
Pada saat kamu belum menjadi apa-apa kamu nggak bisa berbuat apa-apa
Ketika kamu sudah menjadi apa-apa
Kamu pun berkata : Harus hati-hati
Dan kami pun berharap dan menunggu-nunggu
Hingga akhirnya kaupun tak bisa berbuat apa-apa.
Senin, 28 September 2015
Minggu, 27 September 2015
Mungkin ia lebih baik
Ini kata yang lebih baik kita katakan baik di hati maupun di bibir, ketika kita merasa baik dan benar dari pada orang yang kita hadapi.
Sering orang yang buruk akhlaknya kita hakimi dengan keburukan seluruh atasnya. Atau bahkan hanya sedikit kekurangannya kita hakimi sebagai orang yang tidak baik karena tidak memikirkan kita. Mungkin ia lebih baik. Lebih baik ibadahnya, lebih baik dalam bergaul dengan keluarganya, lebih baik partisipasinya kepada masyarakat, lebih baik kedermawanannya, dll
Bahkan mungkin mereka akan masuk surga lebih awal dari pada kita, atau bahkan ia akan ada di surga lebih baik dari pada kita.
Ikhlasin aja semua ... Berbenah diri lebih baik, berdoa semoga kita diberikan jalan yang lebih baik, terhindar dari perkataan buruk, perbuatan buruk, terhindar dari perkara yang buruk sehingga kita selamat.
Sering orang yang buruk akhlaknya kita hakimi dengan keburukan seluruh atasnya. Atau bahkan hanya sedikit kekurangannya kita hakimi sebagai orang yang tidak baik karena tidak memikirkan kita. Mungkin ia lebih baik. Lebih baik ibadahnya, lebih baik dalam bergaul dengan keluarganya, lebih baik partisipasinya kepada masyarakat, lebih baik kedermawanannya, dll
Bahkan mungkin mereka akan masuk surga lebih awal dari pada kita, atau bahkan ia akan ada di surga lebih baik dari pada kita.
Ikhlasin aja semua ... Berbenah diri lebih baik, berdoa semoga kita diberikan jalan yang lebih baik, terhindar dari perkataan buruk, perbuatan buruk, terhindar dari perkara yang buruk sehingga kita selamat.
Ikhlasin semua
Apa ada yang bisa kita harapkan selain Tuhan ?
Orang terdekat kita sering bikin kita jengkel
Orang terdekat kita lebih keras berkata kasar dari pada orang lain
Teman-teman kita banyak-banyak menjerumuskan kita pada masalah
Teman kita seenaknya membuat aturan dalam hidup kita
Masyarakat makin sulit untuk diatur, Egois dan mementingkan dirinya
Di jalanan tak ada bedanya dengan bukan manusia
Mereka tak memandang orang lain sebagai manusia
Bengis, kejam, walau dibalut dengan sosok manusia
Tapi hatinya kotor .. seperti keinginannya
Pemerintah, apalagi yang diharapkan, mereka hanya tahu menyulitkan orang kecil
memanfaatkan jabatan dan amanahnya walau sekalipun kecil untuk menyulitkan hidup kita
berkata A berkata B sekehendaknya
Tak ada yang bisa dipercaya ...
Apa kebanggannya hingga kini untuk kita ?
Bohongnya lebih banyak ...
Tuhan kami ingin kembali ...
Kembali dengan berserah diri,
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh kebohongan
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh dengan menyakiti orang lain
Mendiamkan seluruh perbuatan yang tidak menyenangkan kepada diriku atau kepada orang lain
Bersabar atas perlakuan orang lain
Bersabar atas kebohongan orang lain
Orang terdekat kita sering bikin kita jengkel
Orang terdekat kita lebih keras berkata kasar dari pada orang lain
Teman-teman kita banyak-banyak menjerumuskan kita pada masalah
Teman kita seenaknya membuat aturan dalam hidup kita
Masyarakat makin sulit untuk diatur, Egois dan mementingkan dirinya
Di jalanan tak ada bedanya dengan bukan manusia
Mereka tak memandang orang lain sebagai manusia
Bengis, kejam, walau dibalut dengan sosok manusia
Tapi hatinya kotor .. seperti keinginannya
Pemerintah, apalagi yang diharapkan, mereka hanya tahu menyulitkan orang kecil
memanfaatkan jabatan dan amanahnya walau sekalipun kecil untuk menyulitkan hidup kita
berkata A berkata B sekehendaknya
Tak ada yang bisa dipercaya ...
Apa kebanggannya hingga kini untuk kita ?
Bohongnya lebih banyak ...
Tuhan kami ingin kembali ...
Kembali dengan berserah diri,
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh kebohongan
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh dengan menyakiti orang lain
Mendiamkan seluruh perbuatan yang tidak menyenangkan kepada diriku atau kepada orang lain
Bersabar atas perlakuan orang lain
Bersabar atas kebohongan orang lain
Ilmu itu bagaikan air di samudra
Mendalami ilmu semakin lama semakin seperti air di samudra.
Rasanya kecil di atas lautan yang luas
Hamparan ilmunya seperti lautan yang luas, rasanya jauh dari ingin mengitari seluruhnya
hanya merasa sudah di atas lautan saja, sementara tak sepenuhnya kami lalui seluruh lautan
Rasanya kecil di atas lautan yang luas
Hamparan ilmunya seperti lautan yang luas, rasanya jauh dari ingin mengitari seluruhnya
hanya merasa sudah di atas lautan saja, sementara tak sepenuhnya kami lalui seluruh lautan
Rabu, 02 September 2015
Nasihat Gus Mus "Berlaku Akhlak Karimah"
Sebelum membaca berita di bawah ini, saya ingin mengingatkan kembali. Bahwa apa tujuan Nabi kita Muhammad Rasulillah SAW diturunkan di muka bumi ini, bukan lain dan bukan tidak selain untuk menyempurnakan akhlak "Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlak".
Semua kelebihan yang ada di bumi ini tidaklah lebih penting selain dihiasi dengan akhlakul karimah. Baik itu menjadi seorang anak, baik itu menjadi seorang ayah, ibu, murid, pedagang, politikus, pejabat, dan semua profesi yang ada di dunia. Menjadi tidak berarti kalo tidak dihiasi akhlakul karimah.
Demikian juga yang terjadi pada manusia-manusia pembawa misi dakwah ini. Bukan untuk popularitas, bukan untuk menguasai sesuatu. Tetapi misinya adalah membawa masyarakat berakhlakul karimah mulai dari diri kita sendiri, dari organisasi kita sendiri.
JAKARTA - Polemik tentang penerapan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA) dalam pemilihan rais aam syuriah Nahdlatul Ulama (NU) yang menimbulkan kisruh dalam muktamar para nahdliyin di Jombang akhirnya selesai. Pidato penjabat rais aam syuriah PBNU, KH Mustofa Bisri di muktamar, Senin (3/8) meredakan ketegangan tentang penerapan AHWA di kalangan muktamirin.
Gus Mus -sapaan Mustifa Bisri- menyampaikan pidatonya dengan berurai air mata. Sontak suasana muktamar yang hiruk pikuk menjadi hening. Muktamirin pun terlihat khusyuk menyimak petuah Gus Mus.
"Saya jujur malu kepada Allah SWT, kepada Kiai Hasyim (almarhum KH Hasim Asy’ari, red), kepada Kiai Wahab (almarhum Kiai Wahab Hasbullah, red), lebih-lebih lagi pagi hari saya disodorkan headline (surat kabar) bahwa Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh," kata Gus Mus mengutip pemberitaan Jawa Pos hari ini.
"Saya menangis karena kita organisasi yang selama ini mengkritik keras praktik-praktik buruk politik di negeri ini. Ternyata kita sendiri digambarkan media-media seperti itu," urainya.
Sebagai rais aam yang sebentar lagi akan berakhir, Gus Mus minta didoakan supaya tidak lagi memikul tanggung jawab berat yang diembannya. Namun, karena saat ini masih menjabat sebagai rais aam syuriah, Gus Mus meminta muktamirin tidak mempermalukan NU.
"Saya mohon dengan hormat, kalau perlu saya cium kaki Anda semua agar kita bisa tertib. Saya mohon dengan kerelaan hati Anda melepaskan semuanya dan memikirkan NU yang diharapkan jadi teladan di Indonesia dan dunia," ujarnya.
Sebagai orang dengan posisi tertinggi di NU, Gus Mus mengaku sudah mendengarkan pendapat para kiai sepuh. Menurutnya, para kiai sepuh yang dihormati pun prihatin dengan yang terjadi di muktamar NU kali ini.
Hingga akhirnya para kiasi NU pada pertemuan siang tadi membuat kesepakatan. Harapannya agar kesepakatan itu bisa menjadi solusi sehingga muktamar tidak ricuh dan berakhir buntu.
"Cuma sedikit yang kami sepakati sebagai solusi. Apabila ada pasal yang belum disepakati dalam tatib (tata tertib, red) dan tak bisa dputuskan melalui musyawarah mufakat, maka akan dilakukan pemungutan suara hanya oleh rais syuriah. Ini kami lakukan karena kiai-kiai akan memilih imam mereka sendiri," tegasnya.
Usai Gus Mus menyampaikan pidato, tak seorangpun dari muktamirin yang protes. Setelah pembacaan doa, sidang pleno dilanjutkan dengan menetapkan seluruh pasal dalam Tatib. Agenda nanti malam akan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2010-2015.(fat/jpnn)
Semua kelebihan yang ada di bumi ini tidaklah lebih penting selain dihiasi dengan akhlakul karimah. Baik itu menjadi seorang anak, baik itu menjadi seorang ayah, ibu, murid, pedagang, politikus, pejabat, dan semua profesi yang ada di dunia. Menjadi tidak berarti kalo tidak dihiasi akhlakul karimah.
Demikian juga yang terjadi pada manusia-manusia pembawa misi dakwah ini. Bukan untuk popularitas, bukan untuk menguasai sesuatu. Tetapi misinya adalah membawa masyarakat berakhlakul karimah mulai dari diri kita sendiri, dari organisasi kita sendiri.
JAKARTA - Polemik tentang penerapan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA) dalam pemilihan rais aam syuriah Nahdlatul Ulama (NU) yang menimbulkan kisruh dalam muktamar para nahdliyin di Jombang akhirnya selesai. Pidato penjabat rais aam syuriah PBNU, KH Mustofa Bisri di muktamar, Senin (3/8) meredakan ketegangan tentang penerapan AHWA di kalangan muktamirin.
Gus Mus -sapaan Mustifa Bisri- menyampaikan pidatonya dengan berurai air mata. Sontak suasana muktamar yang hiruk pikuk menjadi hening. Muktamirin pun terlihat khusyuk menyimak petuah Gus Mus.
"Saya jujur malu kepada Allah SWT, kepada Kiai Hasyim (almarhum KH Hasim Asy’ari, red), kepada Kiai Wahab (almarhum Kiai Wahab Hasbullah, red), lebih-lebih lagi pagi hari saya disodorkan headline (surat kabar) bahwa Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh," kata Gus Mus mengutip pemberitaan Jawa Pos hari ini.
"Saya menangis karena kita organisasi yang selama ini mengkritik keras praktik-praktik buruk politik di negeri ini. Ternyata kita sendiri digambarkan media-media seperti itu," urainya.
Sebagai rais aam yang sebentar lagi akan berakhir, Gus Mus minta didoakan supaya tidak lagi memikul tanggung jawab berat yang diembannya. Namun, karena saat ini masih menjabat sebagai rais aam syuriah, Gus Mus meminta muktamirin tidak mempermalukan NU.
"Saya mohon dengan hormat, kalau perlu saya cium kaki Anda semua agar kita bisa tertib. Saya mohon dengan kerelaan hati Anda melepaskan semuanya dan memikirkan NU yang diharapkan jadi teladan di Indonesia dan dunia," ujarnya.
Sebagai orang dengan posisi tertinggi di NU, Gus Mus mengaku sudah mendengarkan pendapat para kiai sepuh. Menurutnya, para kiai sepuh yang dihormati pun prihatin dengan yang terjadi di muktamar NU kali ini.
Hingga akhirnya para kiasi NU pada pertemuan siang tadi membuat kesepakatan. Harapannya agar kesepakatan itu bisa menjadi solusi sehingga muktamar tidak ricuh dan berakhir buntu.
"Cuma sedikit yang kami sepakati sebagai solusi. Apabila ada pasal yang belum disepakati dalam tatib (tata tertib, red) dan tak bisa dputuskan melalui musyawarah mufakat, maka akan dilakukan pemungutan suara hanya oleh rais syuriah. Ini kami lakukan karena kiai-kiai akan memilih imam mereka sendiri," tegasnya.
Usai Gus Mus menyampaikan pidato, tak seorangpun dari muktamirin yang protes. Setelah pembacaan doa, sidang pleno dilanjutkan dengan menetapkan seluruh pasal dalam Tatib. Agenda nanti malam akan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2010-2015.(fat/jpnn)
Langganan:
Postingan (Atom)