Manusia oh manusia ...
Apa yang saya harapkan darimu ...
Kamu itu hebatnya di kebohongan ..
Kamu itu hebatnya di kepura-puraan.
Apa yang aku harapkan dari keadilan darimu ?
Pada saat kamu belum menjadi apa-apa kamu nggak bisa berbuat apa-apa
Ketika kamu sudah menjadi apa-apa
Kamu pun berkata : Harus hati-hati
Dan kami pun berharap dan menunggu-nunggu
Hingga akhirnya kaupun tak bisa berbuat apa-apa.
Berguru pada Hidup
Senin, 28 September 2015
Minggu, 27 September 2015
Mungkin ia lebih baik
Ini kata yang lebih baik kita katakan baik di hati maupun di bibir, ketika kita merasa baik dan benar dari pada orang yang kita hadapi.
Sering orang yang buruk akhlaknya kita hakimi dengan keburukan seluruh atasnya. Atau bahkan hanya sedikit kekurangannya kita hakimi sebagai orang yang tidak baik karena tidak memikirkan kita. Mungkin ia lebih baik. Lebih baik ibadahnya, lebih baik dalam bergaul dengan keluarganya, lebih baik partisipasinya kepada masyarakat, lebih baik kedermawanannya, dll
Bahkan mungkin mereka akan masuk surga lebih awal dari pada kita, atau bahkan ia akan ada di surga lebih baik dari pada kita.
Ikhlasin aja semua ... Berbenah diri lebih baik, berdoa semoga kita diberikan jalan yang lebih baik, terhindar dari perkataan buruk, perbuatan buruk, terhindar dari perkara yang buruk sehingga kita selamat.
Sering orang yang buruk akhlaknya kita hakimi dengan keburukan seluruh atasnya. Atau bahkan hanya sedikit kekurangannya kita hakimi sebagai orang yang tidak baik karena tidak memikirkan kita. Mungkin ia lebih baik. Lebih baik ibadahnya, lebih baik dalam bergaul dengan keluarganya, lebih baik partisipasinya kepada masyarakat, lebih baik kedermawanannya, dll
Bahkan mungkin mereka akan masuk surga lebih awal dari pada kita, atau bahkan ia akan ada di surga lebih baik dari pada kita.
Ikhlasin aja semua ... Berbenah diri lebih baik, berdoa semoga kita diberikan jalan yang lebih baik, terhindar dari perkataan buruk, perbuatan buruk, terhindar dari perkara yang buruk sehingga kita selamat.
Ikhlasin semua
Apa ada yang bisa kita harapkan selain Tuhan ?
Orang terdekat kita sering bikin kita jengkel
Orang terdekat kita lebih keras berkata kasar dari pada orang lain
Teman-teman kita banyak-banyak menjerumuskan kita pada masalah
Teman kita seenaknya membuat aturan dalam hidup kita
Masyarakat makin sulit untuk diatur, Egois dan mementingkan dirinya
Di jalanan tak ada bedanya dengan bukan manusia
Mereka tak memandang orang lain sebagai manusia
Bengis, kejam, walau dibalut dengan sosok manusia
Tapi hatinya kotor .. seperti keinginannya
Pemerintah, apalagi yang diharapkan, mereka hanya tahu menyulitkan orang kecil
memanfaatkan jabatan dan amanahnya walau sekalipun kecil untuk menyulitkan hidup kita
berkata A berkata B sekehendaknya
Tak ada yang bisa dipercaya ...
Apa kebanggannya hingga kini untuk kita ?
Bohongnya lebih banyak ...
Tuhan kami ingin kembali ...
Kembali dengan berserah diri,
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh kebohongan
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh dengan menyakiti orang lain
Mendiamkan seluruh perbuatan yang tidak menyenangkan kepada diriku atau kepada orang lain
Bersabar atas perlakuan orang lain
Bersabar atas kebohongan orang lain
Orang terdekat kita sering bikin kita jengkel
Orang terdekat kita lebih keras berkata kasar dari pada orang lain
Teman-teman kita banyak-banyak menjerumuskan kita pada masalah
Teman kita seenaknya membuat aturan dalam hidup kita
Masyarakat makin sulit untuk diatur, Egois dan mementingkan dirinya
Di jalanan tak ada bedanya dengan bukan manusia
Mereka tak memandang orang lain sebagai manusia
Bengis, kejam, walau dibalut dengan sosok manusia
Tapi hatinya kotor .. seperti keinginannya
Pemerintah, apalagi yang diharapkan, mereka hanya tahu menyulitkan orang kecil
memanfaatkan jabatan dan amanahnya walau sekalipun kecil untuk menyulitkan hidup kita
berkata A berkata B sekehendaknya
Tak ada yang bisa dipercaya ...
Apa kebanggannya hingga kini untuk kita ?
Bohongnya lebih banyak ...
Tuhan kami ingin kembali ...
Kembali dengan berserah diri,
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh kebohongan
Mendiamkan seluruh dunia yang penuh dengan menyakiti orang lain
Mendiamkan seluruh perbuatan yang tidak menyenangkan kepada diriku atau kepada orang lain
Bersabar atas perlakuan orang lain
Bersabar atas kebohongan orang lain
Ilmu itu bagaikan air di samudra
Mendalami ilmu semakin lama semakin seperti air di samudra.
Rasanya kecil di atas lautan yang luas
Hamparan ilmunya seperti lautan yang luas, rasanya jauh dari ingin mengitari seluruhnya
hanya merasa sudah di atas lautan saja, sementara tak sepenuhnya kami lalui seluruh lautan
Rasanya kecil di atas lautan yang luas
Hamparan ilmunya seperti lautan yang luas, rasanya jauh dari ingin mengitari seluruhnya
hanya merasa sudah di atas lautan saja, sementara tak sepenuhnya kami lalui seluruh lautan
Rabu, 02 September 2015
Nasihat Gus Mus "Berlaku Akhlak Karimah"
Sebelum membaca berita di bawah ini, saya ingin mengingatkan kembali. Bahwa apa tujuan Nabi kita Muhammad Rasulillah SAW diturunkan di muka bumi ini, bukan lain dan bukan tidak selain untuk menyempurnakan akhlak "Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlak".
Semua kelebihan yang ada di bumi ini tidaklah lebih penting selain dihiasi dengan akhlakul karimah. Baik itu menjadi seorang anak, baik itu menjadi seorang ayah, ibu, murid, pedagang, politikus, pejabat, dan semua profesi yang ada di dunia. Menjadi tidak berarti kalo tidak dihiasi akhlakul karimah.
Demikian juga yang terjadi pada manusia-manusia pembawa misi dakwah ini. Bukan untuk popularitas, bukan untuk menguasai sesuatu. Tetapi misinya adalah membawa masyarakat berakhlakul karimah mulai dari diri kita sendiri, dari organisasi kita sendiri.
JAKARTA - Polemik tentang penerapan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA) dalam pemilihan rais aam syuriah Nahdlatul Ulama (NU) yang menimbulkan kisruh dalam muktamar para nahdliyin di Jombang akhirnya selesai. Pidato penjabat rais aam syuriah PBNU, KH Mustofa Bisri di muktamar, Senin (3/8) meredakan ketegangan tentang penerapan AHWA di kalangan muktamirin.
Gus Mus -sapaan Mustifa Bisri- menyampaikan pidatonya dengan berurai air mata. Sontak suasana muktamar yang hiruk pikuk menjadi hening. Muktamirin pun terlihat khusyuk menyimak petuah Gus Mus.
"Saya jujur malu kepada Allah SWT, kepada Kiai Hasyim (almarhum KH Hasim Asy’ari, red), kepada Kiai Wahab (almarhum Kiai Wahab Hasbullah, red), lebih-lebih lagi pagi hari saya disodorkan headline (surat kabar) bahwa Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh," kata Gus Mus mengutip pemberitaan Jawa Pos hari ini.
"Saya menangis karena kita organisasi yang selama ini mengkritik keras praktik-praktik buruk politik di negeri ini. Ternyata kita sendiri digambarkan media-media seperti itu," urainya.
Sebagai rais aam yang sebentar lagi akan berakhir, Gus Mus minta didoakan supaya tidak lagi memikul tanggung jawab berat yang diembannya. Namun, karena saat ini masih menjabat sebagai rais aam syuriah, Gus Mus meminta muktamirin tidak mempermalukan NU.
"Saya mohon dengan hormat, kalau perlu saya cium kaki Anda semua agar kita bisa tertib. Saya mohon dengan kerelaan hati Anda melepaskan semuanya dan memikirkan NU yang diharapkan jadi teladan di Indonesia dan dunia," ujarnya.
Sebagai orang dengan posisi tertinggi di NU, Gus Mus mengaku sudah mendengarkan pendapat para kiai sepuh. Menurutnya, para kiai sepuh yang dihormati pun prihatin dengan yang terjadi di muktamar NU kali ini.
Hingga akhirnya para kiasi NU pada pertemuan siang tadi membuat kesepakatan. Harapannya agar kesepakatan itu bisa menjadi solusi sehingga muktamar tidak ricuh dan berakhir buntu.
"Cuma sedikit yang kami sepakati sebagai solusi. Apabila ada pasal yang belum disepakati dalam tatib (tata tertib, red) dan tak bisa dputuskan melalui musyawarah mufakat, maka akan dilakukan pemungutan suara hanya oleh rais syuriah. Ini kami lakukan karena kiai-kiai akan memilih imam mereka sendiri," tegasnya.
Usai Gus Mus menyampaikan pidato, tak seorangpun dari muktamirin yang protes. Setelah pembacaan doa, sidang pleno dilanjutkan dengan menetapkan seluruh pasal dalam Tatib. Agenda nanti malam akan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2010-2015.(fat/jpnn)
Semua kelebihan yang ada di bumi ini tidaklah lebih penting selain dihiasi dengan akhlakul karimah. Baik itu menjadi seorang anak, baik itu menjadi seorang ayah, ibu, murid, pedagang, politikus, pejabat, dan semua profesi yang ada di dunia. Menjadi tidak berarti kalo tidak dihiasi akhlakul karimah.
Demikian juga yang terjadi pada manusia-manusia pembawa misi dakwah ini. Bukan untuk popularitas, bukan untuk menguasai sesuatu. Tetapi misinya adalah membawa masyarakat berakhlakul karimah mulai dari diri kita sendiri, dari organisasi kita sendiri.
JAKARTA - Polemik tentang penerapan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA) dalam pemilihan rais aam syuriah Nahdlatul Ulama (NU) yang menimbulkan kisruh dalam muktamar para nahdliyin di Jombang akhirnya selesai. Pidato penjabat rais aam syuriah PBNU, KH Mustofa Bisri di muktamar, Senin (3/8) meredakan ketegangan tentang penerapan AHWA di kalangan muktamirin.
Gus Mus -sapaan Mustifa Bisri- menyampaikan pidatonya dengan berurai air mata. Sontak suasana muktamar yang hiruk pikuk menjadi hening. Muktamirin pun terlihat khusyuk menyimak petuah Gus Mus.
"Saya jujur malu kepada Allah SWT, kepada Kiai Hasyim (almarhum KH Hasim Asy’ari, red), kepada Kiai Wahab (almarhum Kiai Wahab Hasbullah, red), lebih-lebih lagi pagi hari saya disodorkan headline (surat kabar) bahwa Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh," kata Gus Mus mengutip pemberitaan Jawa Pos hari ini.
"Saya menangis karena kita organisasi yang selama ini mengkritik keras praktik-praktik buruk politik di negeri ini. Ternyata kita sendiri digambarkan media-media seperti itu," urainya.
Sebagai rais aam yang sebentar lagi akan berakhir, Gus Mus minta didoakan supaya tidak lagi memikul tanggung jawab berat yang diembannya. Namun, karena saat ini masih menjabat sebagai rais aam syuriah, Gus Mus meminta muktamirin tidak mempermalukan NU.
"Saya mohon dengan hormat, kalau perlu saya cium kaki Anda semua agar kita bisa tertib. Saya mohon dengan kerelaan hati Anda melepaskan semuanya dan memikirkan NU yang diharapkan jadi teladan di Indonesia dan dunia," ujarnya.
Sebagai orang dengan posisi tertinggi di NU, Gus Mus mengaku sudah mendengarkan pendapat para kiai sepuh. Menurutnya, para kiai sepuh yang dihormati pun prihatin dengan yang terjadi di muktamar NU kali ini.
Hingga akhirnya para kiasi NU pada pertemuan siang tadi membuat kesepakatan. Harapannya agar kesepakatan itu bisa menjadi solusi sehingga muktamar tidak ricuh dan berakhir buntu.
"Cuma sedikit yang kami sepakati sebagai solusi. Apabila ada pasal yang belum disepakati dalam tatib (tata tertib, red) dan tak bisa dputuskan melalui musyawarah mufakat, maka akan dilakukan pemungutan suara hanya oleh rais syuriah. Ini kami lakukan karena kiai-kiai akan memilih imam mereka sendiri," tegasnya.
Usai Gus Mus menyampaikan pidato, tak seorangpun dari muktamirin yang protes. Setelah pembacaan doa, sidang pleno dilanjutkan dengan menetapkan seluruh pasal dalam Tatib. Agenda nanti malam akan dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2010-2015.(fat/jpnn)
Jumat, 28 Agustus 2015
Salah menilai dengan media sosial
Tahukah kamu bahwa tidak ada bedanya antara membicarakan orang lain, menghujat orang lain, menjelek-jelekan orang lain di media sosial (dunia maya) dengan kenyataan /dunia nyata ?
Malahan dengan media sosial makin terbuka lebar kita melakukan lebih dari itu. Bahkan peredaranya lebih canggih dari pada itu.
Sudah banyak yang sya baca dari segala tulisan yang ada di media sosial. Dan ada kesamaan dari semua status dan jawaban komentar dari teman-teman kita yang ada di media sosial.
Di media sosial makin terbuka lebar kita untuk mengata-ngatakan keburukan orang lain. Baik dari orang kecil hingga seorang presiden sekalipun.
Dan buruknya lagi media sosial menyuguhkan sebuah pengkaburan kebenaran. Orang tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti siapa yang baik dan siapa yang benar. Orang hanya membela siapa yang bikin status. Jika seorang menuliskan keburukan dari seorang temannya maka semua komentar akan berbau membela si penulis. Bukankah kita sebenarnya tidak tahu siapa yang benar ?.
Ada PRINSIP UTAMA yang perlu kita ketahui, bahwa DI DALAM MANUSIA ITU ADA BENAR DAN ADA SALAH, JIKA ADA PERTIKAIAN DARI DUA ORANG MAKA SEBENARNYA TIDAK ADA YANG KEDUANYA MEMILIKI KEBENARAN MUTLAK, TETAPI YANG BENAR KEDUA-DUANYA MEMILIKI HAL YANG BENAR DAN YANG SALAH. Hanya saja seorang tidak mau mengakui kekurangan dan kesalahan dan kemudian meminta maaf. Sementara yang benar dari dirinya ingin ia unggul-unggulkan untuk memenangkan atas pertikaian itu. Dan ia berusaha menutup-nutupi akan kekurangannya. dan menonjol-nonjolkan atas kesalahan orang lain.
Media sosial bukan tempat untuk curhat, bukan tempat untuk berdoa, bukan tempat untuk bertikai, bukan tempat untuk mengatakan keburukan orang lain. Tapi sebagai media penyambung silaturrahim, penyampai informasi, saling berbagi pengetahuan, promosi. Cari cara yang terbaik untuk gunakan media sosial. Jika engkau bisa membedakan rasa di setiap cara hidup, maka engkau akan mudah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika engkau kuat dalam pemahamanmu dan teguh dalam mengendalikan pikiran dan akhlakmu, maka kamu akan bisa menggerakkan bagian tubuhmu untuk melakukan yang baik dari pada yang buruk. Sesungguhnya baik itu bertingkat-tingkat. Buruk pun bertingkat-tingkat. Tetapi baik akan tetap baik sementara buruk akan tetap buruk. Kamu tidak bisa mengganti keburukan dengan kebaikan dengan alasan yang kamu buat-buat. Sekalipun kamu melakukan keburukan yang terendah yang mana keburukan itu dekat sekali dengan kebaikan hingga orang sulit membedakan. Tetapi keburukan akan berasa buruk, tetapi kebaikan akan terasa baik. Maka kalibrasi kembali timbangannya sehingga beratnya akan bisa terbaca, apa yang bisa menimbangnya adalah hati, pikiran yang bersih, iman dan ilmu.
Malahan dengan media sosial makin terbuka lebar kita melakukan lebih dari itu. Bahkan peredaranya lebih canggih dari pada itu.
Sudah banyak yang sya baca dari segala tulisan yang ada di media sosial. Dan ada kesamaan dari semua status dan jawaban komentar dari teman-teman kita yang ada di media sosial.
Di media sosial makin terbuka lebar kita untuk mengata-ngatakan keburukan orang lain. Baik dari orang kecil hingga seorang presiden sekalipun.
Dan buruknya lagi media sosial menyuguhkan sebuah pengkaburan kebenaran. Orang tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti siapa yang baik dan siapa yang benar. Orang hanya membela siapa yang bikin status. Jika seorang menuliskan keburukan dari seorang temannya maka semua komentar akan berbau membela si penulis. Bukankah kita sebenarnya tidak tahu siapa yang benar ?.
Ada PRINSIP UTAMA yang perlu kita ketahui, bahwa DI DALAM MANUSIA ITU ADA BENAR DAN ADA SALAH, JIKA ADA PERTIKAIAN DARI DUA ORANG MAKA SEBENARNYA TIDAK ADA YANG KEDUANYA MEMILIKI KEBENARAN MUTLAK, TETAPI YANG BENAR KEDUA-DUANYA MEMILIKI HAL YANG BENAR DAN YANG SALAH. Hanya saja seorang tidak mau mengakui kekurangan dan kesalahan dan kemudian meminta maaf. Sementara yang benar dari dirinya ingin ia unggul-unggulkan untuk memenangkan atas pertikaian itu. Dan ia berusaha menutup-nutupi akan kekurangannya. dan menonjol-nonjolkan atas kesalahan orang lain.
Media sosial bukan tempat untuk curhat, bukan tempat untuk berdoa, bukan tempat untuk bertikai, bukan tempat untuk mengatakan keburukan orang lain. Tapi sebagai media penyambung silaturrahim, penyampai informasi, saling berbagi pengetahuan, promosi. Cari cara yang terbaik untuk gunakan media sosial. Jika engkau bisa membedakan rasa di setiap cara hidup, maka engkau akan mudah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Jika engkau kuat dalam pemahamanmu dan teguh dalam mengendalikan pikiran dan akhlakmu, maka kamu akan bisa menggerakkan bagian tubuhmu untuk melakukan yang baik dari pada yang buruk. Sesungguhnya baik itu bertingkat-tingkat. Buruk pun bertingkat-tingkat. Tetapi baik akan tetap baik sementara buruk akan tetap buruk. Kamu tidak bisa mengganti keburukan dengan kebaikan dengan alasan yang kamu buat-buat. Sekalipun kamu melakukan keburukan yang terendah yang mana keburukan itu dekat sekali dengan kebaikan hingga orang sulit membedakan. Tetapi keburukan akan berasa buruk, tetapi kebaikan akan terasa baik. Maka kalibrasi kembali timbangannya sehingga beratnya akan bisa terbaca, apa yang bisa menimbangnya adalah hati, pikiran yang bersih, iman dan ilmu.
Minggu, 23 Agustus 2015
Mimpi untuk sukses ?
Memang mudah hanya bermimpi, tapi untuk merealisasikan mimpi bukan hanya bermimpi.
Ingin menguasai dunia tapi hanya dengan duduk. Ingin merasakan kenikmatan dunia tapi tidak ada kerja nyata, tidak mungkin mencapainya. Berpangku tangan dengan orang lain. Berharap dengan orang lain hanyalah kekecewaan yang didapat. Hanya tuntutan yang didapat.
Sukses itu dicapai dengan mengaktifkan semua elemen. Bukan sekedar hanya bermimpi. Mimpi itu adalah menetapkan tujuan saja. Tetapi langkah selanjutnya adalah rencana yang matang. Rencana matang juga tidak cukup tetapi melakukan setiap langkah menuju tujuan adalah realisasi. Tahap demi tahap dilewati. Masalah dan kendala satu per satu dilewati. Semua masalah dievaluasi dan diselesaikan. Selalu meningkatkan kualitas. Terus berpikir. Menyerah pada tahap awal adalah kegagalan. Kendala awal saja tidak bisa menyelesaikan kemudian menyerah adalah kegagalan. Orang gagal pasti akan mengganti mimpi. Orang sukses akan memperbaiki, tak akan menyerah hingga tujuan tercapai. Walau raga bukan menjadi raga, walau harta bukan menjadi harta. Fokus tujuan akhir. Sukses itu bukan tangisan kegagalan. Sukses tidak pernah menyalahkan orang lain. Sukses itu melihat kekurangan diri dan memperbaiki. Kalo perubahan harus bertahap itu benar. Tapi bukan pembenaran untuk lambat melakukan perubahan. Perubahan lebih cepat itu adalah metode. Bukan mengikuti perasaaan yang ingin memperlambat diri dari menuju tujuan. Metode itu selalu berdampingan dengan tekad. Apa tekadmu ? Tekad itu satu keberanian dirimu untuk meninggalkan apa yang kamu senangi sebelum kamu meraih tujuanmu. Kamu tidak akan melihat lagi kesenangan itu kesenangan bagimu. Semua akan tidak berarti selain yang berkaitan dengan tujuanmu. Maka dunia akan mengikuti keinginanmu. Bukan lagi kamu mengikuti keinginan dunia. Apalagi mengikuti keinginan orang lain.
Aktifasi elemen juga bukan hanya di diri saja. Keluarga juga sangat erat. Istri yang mendukung dan mengerti. Anggota keluarga yang lain juga selalu mendampingi dan meringankan. Apa arti sebuah keluarga kalo hanya membawa masalah ?. Apa arti keluarga kalo hanya menghambat ?.Seharusnya keluarga menjadi penyenang hati setelah bergelut seharian dengan pekerjaan. Seharusnya keluarga menjadi motivasi, makin semangat untuk belajar, makin semangat untuk meraih mimpi. Seharusnya keluarga menjadi peringan dari seluruh pekerjaan hidup. Mengurangi yang kecil-kecil hingga yang besar kalo mampu. Bukan pulang masih dibebani dengan wajah cemberut, tidak disambut dengan senyum yang imut, pekerjaan yang masih menumpuk-numpuk, hanya tangisan penggerutu, ditambah keluh kesah pekerjaan, keluh kesah kekurangan, keluh kesah keinginan, dan lain sebagainya.
Semua elemen harus bekerja sama, semua elemen harus diaktifkan fokus menuju tujuan bersama. Stop dreaming again but step by step, struggle....
Ingin menguasai dunia tapi hanya dengan duduk. Ingin merasakan kenikmatan dunia tapi tidak ada kerja nyata, tidak mungkin mencapainya. Berpangku tangan dengan orang lain. Berharap dengan orang lain hanyalah kekecewaan yang didapat. Hanya tuntutan yang didapat.
Sukses itu dicapai dengan mengaktifkan semua elemen. Bukan sekedar hanya bermimpi. Mimpi itu adalah menetapkan tujuan saja. Tetapi langkah selanjutnya adalah rencana yang matang. Rencana matang juga tidak cukup tetapi melakukan setiap langkah menuju tujuan adalah realisasi. Tahap demi tahap dilewati. Masalah dan kendala satu per satu dilewati. Semua masalah dievaluasi dan diselesaikan. Selalu meningkatkan kualitas. Terus berpikir. Menyerah pada tahap awal adalah kegagalan. Kendala awal saja tidak bisa menyelesaikan kemudian menyerah adalah kegagalan. Orang gagal pasti akan mengganti mimpi. Orang sukses akan memperbaiki, tak akan menyerah hingga tujuan tercapai. Walau raga bukan menjadi raga, walau harta bukan menjadi harta. Fokus tujuan akhir. Sukses itu bukan tangisan kegagalan. Sukses tidak pernah menyalahkan orang lain. Sukses itu melihat kekurangan diri dan memperbaiki. Kalo perubahan harus bertahap itu benar. Tapi bukan pembenaran untuk lambat melakukan perubahan. Perubahan lebih cepat itu adalah metode. Bukan mengikuti perasaaan yang ingin memperlambat diri dari menuju tujuan. Metode itu selalu berdampingan dengan tekad. Apa tekadmu ? Tekad itu satu keberanian dirimu untuk meninggalkan apa yang kamu senangi sebelum kamu meraih tujuanmu. Kamu tidak akan melihat lagi kesenangan itu kesenangan bagimu. Semua akan tidak berarti selain yang berkaitan dengan tujuanmu. Maka dunia akan mengikuti keinginanmu. Bukan lagi kamu mengikuti keinginan dunia. Apalagi mengikuti keinginan orang lain.
Aktifasi elemen juga bukan hanya di diri saja. Keluarga juga sangat erat. Istri yang mendukung dan mengerti. Anggota keluarga yang lain juga selalu mendampingi dan meringankan. Apa arti sebuah keluarga kalo hanya membawa masalah ?. Apa arti keluarga kalo hanya menghambat ?.Seharusnya keluarga menjadi penyenang hati setelah bergelut seharian dengan pekerjaan. Seharusnya keluarga menjadi motivasi, makin semangat untuk belajar, makin semangat untuk meraih mimpi. Seharusnya keluarga menjadi peringan dari seluruh pekerjaan hidup. Mengurangi yang kecil-kecil hingga yang besar kalo mampu. Bukan pulang masih dibebani dengan wajah cemberut, tidak disambut dengan senyum yang imut, pekerjaan yang masih menumpuk-numpuk, hanya tangisan penggerutu, ditambah keluh kesah pekerjaan, keluh kesah kekurangan, keluh kesah keinginan, dan lain sebagainya.
Semua elemen harus bekerja sama, semua elemen harus diaktifkan fokus menuju tujuan bersama. Stop dreaming again but step by step, struggle....
Langganan:
Postingan (Atom)